Buzz Marketing: Definisi, Kelebihan, dan Contohnya

Bisnis345 Dilihat


Agar bisa terus relevan di industri, setiap brand saat ini dituntut harus kreatif dalam memilih strategi marketing yang tepat. Salah satunya adalah buzz marketing yang fokus pada word-of-mouth marketing atau promosi dari mulut ke mulut. Sebenarnya apa itu buzz marketing dan apa kelebihannya? 

Apa Itu Buzz Marketing?

Buzz marketing adalah teknik pemasaran viral yang fokus memaksimalkan potensi promosi dari mulut ke mulut sebagai kampanye produk. Strategi ini dapat memicu perbincangan di tengah keluarga dan teman konsumen, bahkan diskusi yang skalanya lebih besar lagi di platform media sosial. Saat konsumen membicarakan produk tertentu, maka inilah yang dinamakan buzz marketing. 

Dari buzz marketing, perusahaan dapat menumbuhkan dan meningkatkan brand awareness lewat lalu lintas online yang lebih ramai. Pada akhirnya, penjualan akan meningkat dan tentunya keuntungan pun meningkat. Buzz marketing bisa dimulai dari media sosial maupun blog untuk mendapatkan perhatian dari target audience. Tujuannya adalah menghasilkan buzz atau publisitas besar.

Buzz marketing secara online biasanya sangat didukung oleh para influencer. Mereka adalah pengguna awal produk maupun servis, yang berbagi pemikiran mereka terkait produk atau servis tertentu. Follower mereka pun kemudian akan mempercayai pendapat yang diberikan influencer dan mencoba produk atau servis tersebut. Kalau memang bagus, maka konsumen pun akan menyarankannya ke orang lain, baik saudara maupun teman. 

Kelebihan Buzz Marketing

Sumber : marketing4ecommerce.cl

Strategi buzz marketing menggunakan kekuatan media sosial untuk menciptakan awareness seputar produk dan servis. Brand dapat memanfaatkan hashtag populer di media sosial untuk mempromosikan konten di media sosial. Kelebihan dari strategi ini di antaranya adalah:

  • Membangun Brand Awareness yang Kuat

Dengan membuat konten yang menarik dan interaktif, brand bisa menarik perhatian ke audience yang lebih luas. Dari sana, tingkat konversi dan penjualan pun bisa meningkat dari sebelumnya. 

  • Mengarahkan Lalu Lintas ke Situs Web dari Media Sosial

Lalu lintas ke situs web brand yang meningkat akan mengangkat posisi situs web di mesin pencarian. Pada akhirnya, lalu lintas yang naik juga berpeluang meningkatkan konversi ke penjualan dan juga meningkatkan brand awareness. 

  • Meningkatkan Prospek dan Penjualan

Follower influencer yang sebelumnya tidak tahu atau belum menggunakan produk dan layanan tertentu, kini mulai tertarik mencobanya, mereka pun menjadi prospek. Dari sini, kalau dipelihara oleh brand, maka prospek akan meningkat ke penjualan. 

Jika brand konsisten membuat konten yang menarik dan terutama interaktif, maka dapat terbangun komunitas di sekitar brand. Jika dijaga, maka loyalitas konsumen pun akan terbentuk dan semakin meningkat. 

Contoh Buzz Marketing

Sumber : asesorias.com

Strategi marketing yang satu ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan berbagai macam platform. Brand bisa menyesuaikan platform apa yang paling tepat dengan nilai brand. Beberapa strategi yang sering dilakukan antara lain adalah:

  • Membuat postingan blog yang menarik secara berkala. 
  • Berpartisipasi dalam forum dan komunitas online yang relevan dengan brand. 
  • Membuat konten video yang menarik dan dilakukan secara berkala.
  • Membuat konten artikel yang menarik dan dilakukan secara berkala.
  • Berpartisipasi dalam kampanye media sosial. 
  • Memproduksi konten infografis dan konten visual. 
  • Bergabung dengan program afiliasi yang relevan. 
  • Menawarkan diskon eksklusif atau produk gratis untuk konsumen. 
  • Bekerja sama dengan influencer yang berpengaruh dan relevan dengan brand. 
  • Sosialisasi ke blogger dan jurnalis yang berpengaruh. 
  • Menerbitkan siaran pers terkait blog dan isinya.




Bisnis