7P Marketing Mix: 7 Hal Penting dalam Pemasaran

Bisnis438 Dilihat


Di dunia pemasaran dikenal istilah marketing mix yang dibuat oleh Profesor James Culliton, Professor of Marketing di Harvard University, pada tahun 1948. Setelah itu, marketing mix dikembangkan lagi oleh Jerome McCarthy dengan 4P, yang kemudian berkembang lagi menjadi 7P. Sebenarnya apa itu 7P marketing mix? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. 

Apa Itu Marketing Mix?

Marketing mix adalah alat pemasaran yang mencakup beberapa fokus area yang dapat digabungkan untuk membuat rencana pemasaran yang komprehensif. Istilah ini mengacu pada klasifikasi yang awalnya dimulai dari 4P, yaitu Product, Price, Placement, dan Promotion. Kemudian berkembang lagi menjadi Product, Price, Promotion, Place, People, Packaging, and Process.

Apa Saja 7P dalam Marketing Mix?

Berikut ini penjelasan setiap elemen 7P dalam marketing mix:

1. Product

Sumber : Blogspot

Konsumen sangat peduli pada apa yang ditawarkan produk atau servis brand kita. Karena itu, setiap brand harus memprioritaskan kualitas produk dan servis agar menjadi yang terbaik di antara kompetitor. 

Dalam marketing mix, pertimbangan produk melibatkan beberapa aspek, yaitu:

  • Desain
  • Kualitas
  • Fitur
  • Opsi
  • Kemasan
  • Tempat penjualan. 

2. Price  

Penentuan harga penting dalam marketing. Dalam menentukan harga, brand dapat:

  • Memasang harga lebih tinggi dari kompetitor agar mendapat kesan kualitasnya lebih tinggi. 
  • Memasang harga setara dengan kompetitor, tapi menawarkan fitur lebih. 
  • Memasang harga lebih rendah dari kompetitor untuk bisa masuk ke dalam market yang penuh.
  • Berencana meningkatkan harga setelah brand lebih dikenal. 
  • Memasang harga lebih tinggi untuk menjual bundling pada promosi tertentu.

3. Promotion

Sumber : marketing91.com

Promosi merupakan bagian dari marketing mix yang paling dikenal oleh publik. Promosi termasuk iklan TV dan iklan cetak, marketing konten, kupon, diskon, strategi media sosial, marketing email, iklan display, strategi digital, marketing communication, public relations, dan masih banyak lagi. 

4. Place

Place mengacu pada di mana kita akan menjual produk atau service yang ditawarkan. Dalam riset pasar, kita akan mendapatkan info terkait produk dan penentuan harga produk, serta di mana produk tersebut akan dijual. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Di mana konsumen bisa menemukan produk kita?
  • Apakah penjualan bisa ditingkatkan dari situs web e-commerce atau konsumen lebih memilih marketplace pihak ketiga?
  • Apakah ingin berbicara langsung dengan konsumen saat mereka membeli atau lebih baik ditangani oleh customer service pihak ketiga?

5. People

Marketing Mix

Sumber : intotheminds.com

People mengacu kepada siapa pun yang berhubungan dengan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi pastikan untuk merekrut staf terbaik di setiap level, bukan hanya di customer service dan divisi penjualan saja.

6. Packaging

Packaging atau kemasan sangat penting fungsinya bagi keamanan produk. Tak hanya itu saja, sekarang kemasan dapat meningkatkan nilai produk. Konsumen lebih tertarik membeli produk yang kemasannya baik dan profesional dibandingkan yang asal-asalan. 

7. Process

Marketing Mix

Sumber : marketing91.com

Prioritaskan proses marketing dan pengalaman pelanggan. Jika proses lebih spesifik dan lancar, maka staf perusahaan akan menjalankannya dengan lebih baik. Jika prosedur berjalan dengan lancar, maka konsumen akan mendapatkan layanan yang lebih baik dan berkualitas. 

Beberapa contoh proses antara lain:

  • Distribusi logistik yang hemat biaya
  • Penjadwalan distribusi logistik
  • Jumlah staf yang cukup.

Jika ada lebih dari satu komplain dari poin-poin contoh di atas, temukan apa masalahnya dan cari solusi untuk mengatasinya.




Bisnis