Cara Menentukan Unique Selling Point

Bisnis285 Dilihat


Baik usaha kecil-kecilan, startup, maupun bisnis besar-besaran, kita perlu menemukan unique selling point (USP) produk dan servis kita. Begitu sudah tahu USP, maka kita akan tahu apa yang membuat bisnis kita berbeda dari kompetitor. Lalu bagaimana cara menentukan unique selling point? Sebelumnya, pahami dulu definisinya berikut ini. 

Apa Itu Unique Selling Point?

Unique selling point adalah kualitas unik yang membedakan bisnis dari ribuan bisnis serupa di luar sana. Ini adalah faktor pembeda yang membuat konsumen kembali lagi dan lagi untuk mendapatkan produk dan servis brand kita. 

Konsep USP diperkenalkan pertama kali oleh Rosser Reeves dari biro iklan legendaris, Ted Bates, di tahun 1940-an. Menurut Reeves, USP adalah hal yang memberikan dorongan ekstra pada kampanye pemasaran dan membuat pelanggan lebih mempertahankan dan lebih terhubung dengan produk maupun servis brand. 

Tak dapat disangkal bahwa tanpa USP, maka sebuah bisnis bagaikan kapal yang kehilangan kemudi. USP akan mengarahkan semua operasional bisnis ke jalur yang benar, sehingga bisa berjalan dengan lebih efektif. 

Bagaimana Cara Menentukan Unique Selling Point?

Berikut ini langkah demi langkah menemukan USP bisnis:

1. Brainstorming Ide

Sumber : tonex.com

Menciptakan USP bukanlah tugas yang harus dilakukan oleh satu individu saja, tapi merupakan upaya satu tim. Menentukan USP harus melibatkan divisi pemasaran, penjualan, keuangan, teknologi informatika, pengembangan produk, customer service, dan SDM. Mulailah proses brainstorming dan tanyakan apa yang menurut mereka apa yang membedakan bisnis kita dari pesaing. 

Di awal, mungkin sulit mendapatkan USP yang spesifik. Yang keluar di awal biasanya hanya “produk kita lebih baik,” “pengalaman kita lebih panjang,” dan semacamnya. Tapi kalau terus digali, pasti akan mendapatkan USP yang menarik dan spesifik. 

2. Kenali Konsumen

Salah satu kesalahan dalam berbisnis adalah tidak memahami target audience. Sebaiknya, sebelum produk diluncurkan dan dijual. identifikasi dulu target audience berdasarkan usia, lokasi, jenis kelamin, tingkat penghasilan, dan karakteristik lainnya. Setelah itu, kelompokkan ke persona pembeli yang berbeda dan lebih spesifik. Semakin bisa mengenali karakteristik audience, semakin baik. 

3. Analisis Kompetitor

Sumber : williskhan.com

Langkah yang ketiga ini adalah riset pasar. Sebelum mencari tahu USP, kita perlu tahu dulu apa yang tersedia di pasaran untuk target audience brand di luar sana. Mulailah dari membuat daftar kompetitor, lalu lanjutkan analisis yang mendalam satu-persatu. 

Temukan produk dan layanan yang sama di pasar dari kompetitor. Fokuslah pada bagaimana mereka mempromosikan produk mereka. Perhatikan seperti apa akun media sosial mereka, situs web, dan materi marketing lainnya. Dari sini, kita bisa mendapatkan kekuatan dan kelemahan kompetitor. 

4. Buat Daftar Kelebihan Brand Kita

Kenali betul apa itu kelebihan brand kita. Apa yang membuat brand kita lebih kuat di tengah pasar? Apakah harga yang lebih murah atau fitur lebih lengkap? Begitu sudah menemukan kekuatan produk dan layanan brand, maka akan lebih mudah untuk memasarkannya dan membuatnya menarik di depan target audience. 

5. Kenali Kekurangan Brand Kita

Sumber : grammartop.com

Langkah ini juga sangat penting karena kita hanya bisa mengatasi kekurangan kalau kita menyadarinya. Begitu paham betul apa itu kekurangan kita, maka kita bisa menemukan strategi untuk memperbaikinya. Misalnya, jika produk kita harganya lebih mahal dari kompetitor karena fiturnya lebih baik, maka hindari menyebutkan harga sebagai USP.




Bisnis