Tujuan Missionary Selling dan Contoh dalam Dunia Bisnis

Bisnis257 Dilihat


Missionary Selling merupakan jenis strategi penjualan yang nggak langsung atau juga dikenal dengan indirect sales atau channel sales. Proses Missionary Selling ini adalah di mana penjualan produk yang nggak dilakukan langsung oleh produsen kepada pelanggan akhir. Tentu aja, Missionary Selling ini memiliki tujuan lain, kamu bisa simak tujuan dan contohnya dalam dunia bisnis di bawah ini!

Mengedukasi Pelanggan

Tujuan utama dari missionary selling ini adalah menciptakan pemahaman yang mendalam bagi pelanggan, sehingga mereka bisa membuat keputusan informasi menjadi lebih baik. Mengingat pemilik bisnis umumnya berusaha untuk melakukan edukasi terhadap calon pelanggan mengenai produk atau layanan yang mereka jual serta tawarkan.

Selain itu, edukasi pada pelanggan ini termasuk manfaat, keunggulan, hingga cara penggunaan dari produk atau layanan yang kamu tawarkan, ya.

Membangun Kesadaran

Sumber : lyfemarketing.com

Tujuan lain dari missionary selling ini adalah meningkatkan kesadaran antara calon pelanggan mengenai kehadiran produk atau layanan yang kamu tawarkan. Hal ini bisa dicapai dengan adanya kampanye pemasaran, penyuluhan, atau penyajian informasi yang tersedia di berbagai platform agar bisa menarik perhatian pelanggan potensial.

Membangun Hubungan Jangka Panjang

Sumber : entrepreneur.com

Bukan cuma itu, tujuan selanjutnya dari missionary selling ini adalah dengan membangun hubungan dalam waktu jangka panjang. Pentingnya kamu menjaga komunikasi yang efektif kepada pelanggan, karena hal ini menjadi kunci dalam missionary seling.

Jadi, pemilik bisnis perlu memberikan informasi dengan jelas dan menarik, sehingga pelanggan bisa secara mudah bisa dipahami, baik kelebihan dan nilai pada produk atau layanan yang kamu tawarkan. Hal ini juga yang membuat strategi ini membutuhkan adanya pihak ketiga yang bisa mempengaruhi keputusan pelanggan.

Contoh Missionary Selling

Missionary Selling

Sumber : lds365.com

Missionary selling hampir mirip seperti representasi dari perusahaan manufaktur yang berkaitan dengan pengecer dan pengambil keputusan perusahaan. Hal tersebut berfungsi untuk meyakinkan pelanggan agar produk yang mereka dapatkan berguna dan bisa dimanfaatkan.

Nggak cuma itu, missionary selling ini bisa berjalan guna mendapatkan keuntungan dari produk yang kamu jual dengan cara mengelolanya secara baik dan kamu pun bisa mendapatkan pelanggan yang loyal. Selain itu, kamu bisa ketahui juga contoh missionary selling ini dalam dunia bisnis disini.

  1. Strategi misionary selling ini umumnya digunakan dalam industri farmasi, yang mana tenaga penjual disebut sebagai detailer produk dan berinteraksi dengan dokter untuk mendiskusikan mengenai produk tersebut, lalu dijadikan sebagai resep untuk pasien mereka. Disini pula pasien sebagai konsumen akhir.
  2. Contoh misionary selling ini bisa berlaku pada industri kosmetik atau skincare, yang mana detailman dapat mengendalikan produk mereka ke klinik kecantikan atau salon. Nantinya, klinik atau salon ini bakal direferensikan ke pelanggan mereka.
  3. Ada juga contoh misionary selling dalam industri pariwisata, di mana detailman mengenalkan produk yang mereka jual kepada pihak travel. Produk yang dimaksud ini bisa dalam bentuk keperluan selama di perjalanan, seperti tisu, minuman atau makanan, dan lain sebagainya. Nantinya informasi pada pihak travel bakal diarahkan ke penumpang agar produk tersebut dibeli.

Jadi, itulah tentang penjelasan misionary selling dalam dunia bisnis, yang mana artinya penjualan ini dilakukan melalui perantara. Memang missionary selling ini membutuhkan bantuan dari pihak lain, ya. Kamu pun bisa melakukan cara ini dalam dunia bisnis dan manfaatkan aplikasi online agar produk kamu semakin dikenal.




Bisnis