Strategi Marketing Campaign untuk Gen Z

Bisnis151 Dilihat


Ingin brand kamu bisa menarik perhatian gen Z? Memang susah-susah gampang, tapi tak perlu khawatir, karena di sini kita akan bahas bagaimana menarik perhatian gen Z, generasi yang sangat mengedepankan individualitas. Yuk, cek tips strategi marketing campaign untuk generasi Z di bawah ini!

Karakteristik Generasi Z

Sebagai generasi pertama yang tumbuh di era media sosial, gen Z adalah target market yang tidak mudah. Mereka sangat awam dengan gadget dan teknologi, mereka skeptis, dan yang paling tidak betah dengan teknik beriklan yang tradisional. Untungnya, ada satu media yang masih menarik perhatian gen Z, yaitu konten video! 

Jadi marketing mau tak mau harus memanfaatkan konten video. Saat ini tak terhitung video berdurasi pendek yang viral di TikTok, Instagram Reels dan YouTube Shorts. Dari sinilah brand bisa terhubung dengan gen Z, mendapatkan rasa percaya mereka dan membentuk komunitas yang terdiri dari pelanggan loyal gen Z. 

Strategi Marketing Campaign untuk Gen Z

Sumber Gambar : wespod.com

Ini dia beberapa hal penting yang bisa dijadikan strategi menarik perhatian gen Z:

1. Perjelas Misi Brand

Salah satu karakteristik gen Z adalah sangat idealis, jadi mereka suka brand yang secara terang-terangan mampu mendukung nilai-nilai yang mereka percaya. Jadi kalau misi brand tidak terlalu jelas, bakal sulit menarik perhatian mereka. Sebaliknya, brand yang mampu menyatakan misi brand dengan lantang akan lebih mudah membuat komunitas pelanggan setia yang berisi gen Z. 

2. Buat Konten Interaktif

Marketing Campaign

Sumber Gambar : artslabcreatives.com

Gen Z suka terlibat dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka, meskipun itu di dunia maya. Jadi membuat konten yang interaktif adalah strategi marketing yang sangat tepat untuk menyasar gen Z. Ada beberapa cara yang bisa digunakan, antara lain adalah:

  • Buat konten video interaktif seperti mengadakan polling, kuis dan elemen interaktif lainnya yang membuat gen Z mau berpartisipasi. 
  • Memberi peluang bagi gen Z untuk berkontribusi dengan ide dan kreasi mereka, misalnya dengan mengadakan kompetisi yang kreatif.
  • Gunakan Augmented Reality (AR) yang sangat disukai gen Z. Buat konten AR yang menarik di mana mereka bisa berperan serta aktif. Biasanya mereka akan membagikan pengalaman seru ini ke orang-orang terdekat. 

3. Pilih Platform yang Tepat

Di Indonesia, ada 3 platform yang pas banget untuk memasarkan brand ke gen Z yaitu TikTok, Instagram dan YouTube. Gen Z menggunakan ketiga platform ini dalam keseharian mereka. Jadi pilih salah satu yang paling sesuai dengan brand atau pilih ketiganya dan unduh konten dalam waktu yang bersamaan. 

4. Bekerja Sama dengan Influencer

Marketing Campaign

Sumber Gambar : thecontentdivision.com.au

Yup, cara ini masih efektif untuk menarik perhatian gen Z. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan karena biasanya influencer yang akan diajak bekerja sama juga termasuk gen Z. Jadi biarkan mereka punya creative freedom dan beri ruang untuk memberikan opini jujur tentang brand kamu. Tentu saja, ada beberapa aturan yang harus dibatasi, seperti:

  • Persetujuan posting berapa kali, tipe konten yang boleh diangkat dan frekuensinya.
  • Influencer harus paham bagaimana membuat video yang profesional. 
  • Brand dan influencer punya audience yang menyukai influencer tersebut.

Sebagai imbalan, bentuknya beragam tergantung kesepakatan masing-masing. Ada yang memberikan produk gratis, dibayar per post atau dibayar tiap kali tercapai target penjualan tertentu. Kesepakatan harus detail dan jelas sejak awal agar tidak terjadi kesalahpahaman.




Bisnis

Baca Juga  Memahami Forecasting dalam Bisnis dan Tujuannya