Cara Meningkatkan In-Store Experience – Kreativv

Bisnis424 Dilihat


Saat membicarakan tentang strategi marketing dan berkomunikasi dengan pelanggan, sering kali kita akan terpikir pada apa pun yang berhubungan dengan cara mendapatkan pelanggan baru di luar sana. Tentu ini penting, tapi memperbaiki in-store experience, pengalaman yang didapatkan di dalam toko, juga sangat penting.  Apapun target audience bisnis kita atau niche yang ingin dijangkau, kalau pelanggan bahagia dan menikmati berbelanja di toko kita, maka frekuensi mereka kembali dan belanja toko kita akan meningkat. Lalu bagaimana cara meningkatkan in-store experience di toko kita? Cari tahu infonya di sini, yuk.

5 Langkah Mudah meningkatkan In-Store Experience

Sumber : clipstrip.com

Berikut ini 5 langkah untuk optimasi in-store experience:

1. Buat Strategi Customer Experience

Pengunjung toko akan merasa senang kalau mendapat pengalaman yang menyenangkan di dalam toko. Karena itu, tingkatkan customer experience dengan cara melatih karyawan toko supaya bisa melayani dengan sebaik mungkin. Selain itu, penting untuk meminta feedback dari konsumen secara berkala di setiap toko. Dengan begitu, kita akan tahu seperti apa pendapat pengunjung di tiap toko. 

2. Jadikan Karyawan Sebagai Prioritas 

Sumber : lewerbenefits.com

Memang di dalam setiap perusahaan berlaku konsumen adalah prioritas nomor 1, tapi jangan lupakan brand ambassador utama perusahaan, yaitu karyawan terutama mereka yang ada di tim penjualan. Merekalah yang terdepan dan bertemu langsung dengan konsumen. Karyawan yang bahagia, akan terlihat oleh konsumen. Karena itu, tingkatkan kesejahteraan karyawan dan berikan fasilitas yang baik supaya terpancar dan mendapat kesan positif di hadapan konsumen.

3. Ciptakan Interaksi yang Aman

Interaksi antar brand dengan konsumen sangat penting, tapi tentu konsumen tidak akan suka kalau selalu “dipaksa” membeli sesuatu. Karena itu, hindari untuk selalu menawarkan barang, lebih baik berikan konten yang sifatnya mengedukasi. Kedepankan masalah yang sering dialami konsumen dan bagaimana cara mengatasinya, baru setelah itu masukkan produk atau servis brand. Dengan begitu, tercipta interaksi yang aman dan tidak terkesan selalu berjualan. 

4. Gunakan Sistem PoS

Sumber : jumbotron-production.com

PoS adalah singkatan dari Point of Sale yang digunakan untuk mempermudah saat pengunjung toko akan checkout atau membayar. Sistem PoS makin meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini sistem PoS sudah bisa digunakan untuk mengecek loyalitas brand dengan cara analisis info produk, data order, data frekuensi konsumen membeli dan indikator performa penting lainnya. 

Yang pasti, dengan menggunakan sistem PoS, proses membayar jadi lebih cepat dan tidak perlu terjadi antrean yang terlalu lama dan panjang dan lama. Tentu saja pengunjung akan lebih puas. Akan lebih baik lagi kalau toko menggunakan sistem PoS yang bisa melacak inventaris toko, sehingga tidak akan terjadi kekurangan stok. 

5. Manfaatkan Digital Signage

Menyediakan signage atau papan tanda di toko tampak seperti hal yang sepele, padahal ini sangat penting bagi konsumen yang baru pertama kali atau jarang masuk ke toko tersebut. Info yang jelas dan mudah diakses harus tersedia supaya konsumen tidak bingung. 

Digital signage bisa dimanfaatkan untuk membuat keterangan yang jelas sekaligus membuat toko tampak modern dan keren. Apapun bentuknya, mulai dari menu, penjelasan kategori produk, penunjuk arah di supermarket besar, dan lain sebagainya, merupakan detail yang sangat berguna untuk memudahkan pengunjung toko. Orang lebih suka belanja di toko yang jelas info dan tanda-tandanya karena nyaman. 




Bisnis