Apa Aja Sih Perbedaan Perjalanan Pelanggan vs Perjalanan Pembeli?

Bisnis122 Dilihat


Bagi kamu yang terjun ke dunia bisnis, mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah buyer journey atau perjalanan pelanggan dan customer journey atau perjalanan pembeli. Kedua istilah itu memang terdengar familiar dalam dunia pemasaran, terutama di luarnya. Ternyata kedua istilah tersebut juga memiliki perbedaan, nih. Kepo apa aja sih perbedaann perjalanan pelanggan vs perjalanan pembeli? Yuk, baca selengkapnya disini, Guys!

Perbedaan Perjalanan Pelanggan vs Perjalanan Pembeli?

 

Perjalanan pelanggan ternyata memiliki arti yang berfokus pada prospek, yang mana prosesnya memperkuat hubungan antara merek yang kamu miliki antara pelanggan. Tapi, pelanggan mencoba untuk memastikan kalau pembeli lebih setia dengan merek kamu dan ingin lebih lama berbelanja. 

Sementara itu, perjalanan pembeli adalah proses yang dilewati oleh pelanggan untuk mendapatkan produk atau layanan yang dibelinya dari merek atau perusahaan kamu. Diketahui, semua perjalanan mereka yang meneliti masalah tersebut mencoba untuk mencari solusi potensial untuk menyelesaikannya, lalu memilih salah satunya sebagai jawaban yang tepat.

Disamping itu, perbedaan antara perjalanan pelanggan vs perjalanan pembeli ini meliputi:

Fokus

Bisa dikatakan perjalanan pelanggan memiliki fokus yang meliputi keseluruhan fase dan interaksi yang dilewati seseorang sebelum melakukan transaksi. Kegiatan ini juga berhubungan dengan tujuannya yang nggak cuma untuk membuat orang membeli, tapi juga memperkuat loyalitas pembeli pada merek yang kamu miliki.

Sementara itu, perjalanan pembeli adalah kebalikan dari penjelasan diatas, nih, yang mana mempunyai fokus cuma pada aktivitas yang bertujuan ke pembelian dan nggak melebihi titik pembelian tersebut, loh.

Sifat Konteks

Sumber Gambar : speakeasyinc.com

Perbedaan antara perjalanan pembeli dan perjalanan pelanggan juga bisa kamu lihat dari sisi sifat konteksnya. Mulai dari perjalanan pembeli memiliki fokus yang dapat meningkatkan konsumen saat proses pengambilan keputusan mereka, yaitu dengan menjawab pertanyaan yang konsumen punya ketika mereka memilikinya.

Sementara itu, untuk perjalanan pelanggan memiliki sifat konteks yang mempertahankan konsumen sesudah melakukan pembelian dari merek kamu. Jadi, bisa dikatakan seseorang harus melewati perjalanan pembeli untuk bisa menjadi pelanggan, ya. Berikutnya, teknik perjalanan pelanggan bisa dimulai dan dimanfaatkan oleh merek tersebut, deh.

Penggunaan

Mengingat dari penjelasan sebelumnya, perjalanan pembeli dan perjalanan pelanggan memiliki sifat konteks dan fokus yang berbeda. Jadi, keduanya juga memiliki penggunaan yang berbeda pada bidang pemasaran. Misalnya, di setiap merek terdapat perjalanan pembeli yang digunakan oleh tim pemasaran.

Sementara, perjalanan pelanggan seringnya digunakan oleh tim dukungan pelanggan yang ada di perusahaan atau merek tersebut, nih.

Strategi

Pelanggan vs Perjalanan Pembeli

Sumber Gambar : websitetoon.com

Selanjutnya, kamu pun bisa melihat perbedaan perjalanan pembeli dan perjalanan pelanggan dalam hal strategi. Mulai dari perjalanan pembeli yang dimanfaatkan oleh tim pemasaran sebagai strategi untuk menarik dan melibatkan prospek.

Sementara itu, untuk strategi pada perjalanan pelanggan dimanfaatkan oleh tim layanan pelanggan sebagai menyenangkan pelanggan dan membuat mereka jadi lebih setia kepada merek tersebut, nih.

Tujuan

Dari tujuan, memang perjalanan pembeli dan perjalanan pelanggan juga berbeda, loh. Bisa dilihat kalau tujuan perjalanan pembeli untuk menanamkan kepercayaannya terhadap produk, nilai, dan posisi konsumen ke merek tersebut, loh.

Sementara itu, tujuan untuk perjalanan pelanggan nggak cuma menyakinkan konsumen untuk bisa membeli, tapi juga untuk menjaga mereka dan akhirnya melibatkan mereka dengan merek, seperti menjadikan duta.

Nah, itulah perbedaan buyer journey atau perjalanan pembeli dan customer journey atau perjalanan pelanggan yang bisa dipahami. Gimana, mudah kan untuk memahami istilah pemasaran?




Bisnis

Baca Juga  Seasonal Push Campaign, Apa Itu dan Apa Saja Ide Kampanyenya untuk Marketing?